Harakatuna.com. Gaza — Sejumlah sumber medis melaporkan bahwa hampir seluruh rumah sakit di Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza, tidak dapat lagi beroperasi akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung. Saat ini, hanya Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan yang masih bertahan dan tetap melayani pasien di tengah situasi darurat kemanusiaan.
Menurut sumber medis setempat, sejak dimulainya serangan ke Kota Rafah, sedikitnya enam rumah sakit berhenti beroperasi akibat kerusakan parah yang ditimbulkan serangan udara dan ancaman Israel. Fasilitas kesehatan yang terdampak meliputi Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar, Klinik Pusat Abu Al-Walid, Rumah Sakit Darurat Rafah, Rumah Sakit Khusus Kuwait, Rumah Sakit Indonesia, serta Klinik Tal Al-Sultan.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan membuat layanan medis lumpuh dan terjangkaunya warga sipil memperoleh akses pengobatan di tengah meningkatnya jumlah korban luka.
“Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih berupaya beroperasi dan memberikan pelayanan kepada pasien,” demikian keterangan sumber medis setempat pada Jum’at (8/5/2026).
Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur kesehatan, serangan itu juga melaporkan menampilkan sejumlah tenaga medis yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan. Situasi tersebut menyelamatkan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang telah mengalami krisis berkepanjangan sejak konflik kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama sejumlah organisasi kemanusiaan internasional telah memperingatkan potensi runtuhnya sistem layanan kesehatan di Gaza akibat serangan yang menyasar rumah sakit dan tenaga medis.
Lembaga internasional juga mendesak perlindungan terhadap fasilitas kesehatan sesuai hukum humaniter internasional agar warga sipil tetap dapat memperoleh layanan medis di tengah konflik bersenjata yang terus berlangsung.