Harakatuna.com. Borno — Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat ledakan penjelajahan darat yang diduga dipasang kelompok Boko Haram di wilayah pinggiran Gwoza, Negara Bagian Borno, Nigeria, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Insiden terjadi di desa Hambagda, kawasan organisasi yang baru direlokasi, beberapa kilometer dari pusat Kota Gwoza. Para korban mayoritas merupakan petani dan pencari kayu bakar yang tengah beraktivitas di area tersebut.
Sumber dari Civilian Joint Task Force (JTF) menyebutkan bahwa ledakan terjadi saat warga mencari kayu untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi semakin memburuk ketika sekelompok bersenjata diduga melancarkan serangan lanjutan.
“Ini hari yang sangat menyedihkan bagi kami di Gwoza. Kami kehilangan sekitar 20 pencari kayu, dan beberapa lainnya mengalami luka tembak. Para pelaku memasang alat peledak rakitan (IED) di jalur warga, lalu menembaki korban setelah ledakan terjadi,” ujarnya.
Sumber lain mengungkapkan bahwa sebagian korban merupakan petani yang sedang membuka lahan di kawasan hutan untuk persiapan musim tanam mendatang. Mereka diserang secara tiba-tiba saat berada di lokasi.
Seorang warga setempat mengonfirmasi bahwa hingga kini sedikitnya 18 jenazah telah ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Namun, jumlah korban yang diperkirakan masih bisa bertambah karena jumlah warga yang dilaporkan belum ditemukan. “Masih ada beberapa orang yang belum diketahui keberadaannya. Kami khawatir jumlah korban akan terus bertambah,” katanya.
Warga juga melaporkan bahwa kelompok penyerang diduga melakukan serangkaian aksi kekerasan di wilayah tersebut, yang memicu kekhawatiran baru terkait kondisi keamanan, khususnya di komunitas pertanian menjelang musim tanam.
Peristiwa ini kembali menegaskan ancaman serius kelompok bersenjata di wilayah timur laut Nigeria, menjadi sekaligus peringatan bagi warga yang beraktivitas di daerah rawan konflik.