Harakatuna.com. Ambon — Densus 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Maluku melakukan kunjungan ke Kantor Urusan Agama Teluk Ambon pada Senin (27/4/2026) guna memperkuat sinergi pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat tengah.
Kunjungan tersebut dihadiri Brigpol Febry Hayoto dan Briptu Aji Sangaji selaku anggota Satgaswil Maluku Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang disambut langsung oleh Arifin Kabalmay selaku Kepala KUA Teluk Ambon bersama para penyuluh agama Islam. Pertemuan berlangsung hangat di ruang kerja kepala KUA dengan fokus pada penguatan koordinasi lintas lembaga.
Dalam pertemuan itu, perwakilan Densus 88 menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini penyebaran potensi paham radikal.
Mereka mengungkapkan bahwa sejumlah kasus radikalisme kerap bermula dari hubungan pribadi, termasuk melalui pernikahan, baik dengan individu yang telah terpapar maupun melalui perkawinan lintas negara.
“Peran KUA sangat strategis dalam melakukan verifikasi administrasi serta memberikan pelatihan awal kepada calon pengantin guna mencegah potensi penyebaran paham menyimpang,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Densus 88 mendorong para penyuluh agama untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat, termasuk pengurus masjid dan musala. Langkah ini dinilai penting agar kegiatan keagamaan tetap berada di koridor Islam moderat dan mendapat pengawasan dari tokoh agama setempat.
“Hal ini penting guna memastikan setiap kegiatan keagamaan berjalan sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.
Densus 88 juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas penggalangan dana yang tidak jelas asal-usul maupun penyalurannya. Penyaluran donasi, terutama yang mengatasnamakan kegiatan kemanusiaan, diimbau dilakukan melalui lembaga resmi agar transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Arifin Kabalmay selaku Kepala KUA Teluk Ambon menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemecahan telah menerapkan langkah-langkah preventif, khususnya dalam pemeriksaan berkas calon pengantin, terutama yang berasal dari luar daerah maupun luar negeri.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, termasuk melalui bimbingan perkawinan. Dalam kegiatan tersebut, kami menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah, moderasi beragama, serta pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari pengaruh paham menyimpang,” ujarnya.
Salah satu penyuluh agama Islam KUA Teluk Ambon menambahkan bahwa peran penyuluh tidak hanya sebatas memberikan ceramah, tetapi juga sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Kami terus mengajak masyarakat memahami ajaran Islam secara komprehensif, menanamkan toleransi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai benteng dari paham radikal,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi keagamaan di kalangan generasi muda agar tidak mudah mempengaruhi informasi yang beredar di media sosial.
“Penyuluh hadir untuk memberikan pemahaman yang sejuk dan menenangkan, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berputar,” tambahnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan dalam menjaga stabilitas, ketenangan, dan ketenteraman masyarakat di wilayah Ambon dan sekitarnya.