Harakatuna.com. Palembang – Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar terus diperkuat melalui edukasi sejak dini. Hal ini dilakukan Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Selatan dari Densus 88 AT di MTs dan MI Marfuah Palembang, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh anggota tim, Nicolas Saputra, dan diikuti ratusan siswa mulai dari kelas 6 hingga kelas 9. Para guru juga dilibatkan sebagai bagian dari penguatan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
Dalam pemaparannya, siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Pendidikan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang memiliki daya tangkal terhadap berbagai pengaruh negatif. “Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak-anak terkait paham intoleransi dan radikalisme,” ujar Nicolas. Ia menegaskan bahwa usia sekolah merupakan fase krusial dalam pembentukan pola pikir dan karakter.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam pencegahan. Menurutnya, orang tua harus aktif membangun komunikasi dengan anak agar tidak mudah mempengaruhi lingkungan negatif. “Orang tua harus hadir dan meluangkan waktu agar anak tidak didominasi penggunaan gawai,” katanya.
Penggunaan gawai yang berlebihan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Tanpa pengawasan, anak-anak dinilai rentan terpapar konten negatif dari media digital. Kepala MTs Marfuah, Riria Rabena, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah preventif dalam membentuk karakter siswa. “Edukasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah menerapkan kebijakan ketat terkait penggunaan genggam telepon, termasuk larangan membawa ponsel ke lingkungan sekolah guna meminimalisir dampak negatif media sosial.
Salah satu siswa, Nereyda Felisa Moida, mengakui materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan relevan dengan kondisi saat ini. “Materi ini sangat bermanfaat karena kami masih membutuhkan Arah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan serta mampu mengambil sikap bijak dalam menghadapi arus informasi di era digital. Upaya pencegahan dini dinilai menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan keamanan masyarakat.