Harakatuna.com. Surabaya – Suasana Idulfitri 1447 Hijriah masih terasa hangat di tengah masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, termasuk oleh para mantan pertengkaran (napiter) di Jawa Timur.
Halalbihalal yang digelar Forum Komunikasi Aktivis Akhlaqul Karimah Indonesia (FKAAI) Jawa Timur bersama Keluarga Besar Wiritan Jawa Timur menjadi ajang mempertemukan eks napiter, mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), serta simpatisan mereka. Kegiatan berlangsung di Surabaya pada Ahad (12/4/2026).
Ketua FKAAI Jawa Timur, Fuadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyambung kembali hubungan yang sempat terputus. “Ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen dan persahabatan dalam membingkai NKRI,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri berbagai pihak, di antaranya Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta perwakilan lembaga keagamaan seperti Muhammadiyah.
Dalam tausiahnya, Muhammad Arifin menekankan bahwa Ramadhan menjadi momentum terbentuknya pribadi bertakwa yang diwujudkan melalui sikap syukur dan kepedulian sosial. “Nilai akhlakul karimah harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beragama maupun bermasyarakat,” tuturnya.
Suasana semakin haru ketika salah satu eks napiter membawakan nasyid yang mengisahkan kerinduan kepada keluarga saat berada di dalam tahanan. Lagu tersebut menggambarkan perjalanan hidup penuh refleksi dan penyesalan, membuat sejumlah peserta meneteskan air mata.
Momen puncak ditandai dengan saling bermaafan. Para peserta bersalaman, berpelukan, dan mendoakan satu sama lain dalam suasana penuh kehangatan.
Salah satu peserta, Andi Hariyadi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus berbuat baik. “Ini menjadi pengingat untuk tetap istiqamah dalam beribadah, berakhlak, dan berkarya positif,” ujarnya.
Meski acara telah usai, semangat kebersamaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik tetap terasa di antara para peserta.