Harakatuna.com. Bagdad – Pemerintah Irak mengeluarkan peringatan serius terkait meningkatnya serangan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan wilayah sekitar Bandara Internasional Baghdad. Intensitas serangan tersebut mengancam stabilitas keamanan di Penjara Pusat Al-Karkh, penjara yang menampung ribuan tersangka anggota kelompok teroris ISIS.
Juru Bicara Kementerian Kehakiman Irak, Ahmed Laibi, menyatakan bahwa area bandara dan kompleks penjara menjadi target serangan berulang dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, situasi semakin mengecewakan karena sejumlah proyek jatuh sangat dekat dengan perimeter fasilitas terpencil tersebut.
“Beberapa serangan menghantam area yang sangat dekat dengan fasilitas itu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap dampak keamanan di penjara yang menampung terjadinya teroris berisiko tinggi,” kata Ahmed Laibi dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa puncak serangan terjadi pada Sabtu (14/3), ketika proyektil melaporkan tabrakan titik yang sangat krusial di sekitar kompleks tersebut. Penjara Al-Karkh sendiri memiliki sejarah panjang sebagai fasilitas militer yang sebelumnya dikenal dengan nama Camp Cropper, sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah Irak.
Risiko keamanan di fasilitas ini meningkat setelah Amerika Serikat memindahkan sekitar 5.700 tahanan ISIS dari Suriah ke Irak pada Februari lalu. Seluruh tahanan tersebut kini ditempatkan di Penjara Al-Karkh, menjadikannya salah satu lokasi paling sensitif di ibu kota Bagdad.
Kehadiran ribuan penduduk dengan risiko tinggi membuat pemerintah Irak meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sejak ketegangan regional meningkat, sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki afiliasi dengan Iran dilaporkan hampir setiap hari meluncurkan serangan drone dan roket. Target serangan utama tersebut adalah fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kompleks Bandara Internasional Baghdad.
Meski demikian, otoritas keamanan Irak telah memperketat pengamanan di sekitar area bandara dan penjara, termasuk dengan meningkatkan patroli serta menerapkan berbagai langkah pencegahan.
Namun, jatuhnya proyektil di dekat sel tahanan risiko tinggi tetap menimbulkan kekhawatiran yang serius. “Insiden ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan fasilitas terpencil masih sangat nyata dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat,” ujar Laibi.
Pemerintah Irak menilai situasi tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Baghdad, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan regional jika tidak segera ditangani secara serius.