Harakatuna.com. Medan — Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Medan berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, Minggu (22/10/2026). Mengusung tema “Satukan Langkah, Ringankan Beban Sesama”, kegiatan diawali dengan Pembagian takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Belawan.
Sejak sore hari, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antrean panjang dengan wajah sumringah menjadi gambaran hangatnya Salam masyarakat terhadap aksi sosial tersebut. Selain berbagi takjil, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara unsur keagamaan dan aparat negara.
Ketua MDS Rijalul Ansor Medan, Muhammad Ikhsan, S.Kom. mengatakan Safari Ramadhan merupakan agenda rutin tahunan. Namun menurutnya, pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena adanya kolaborasi dengan tim Densus 88 AT Polri.
“Safari Ramadhan bukan sekedar berbagi takjil, tapi momentum untuk memperkuat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial. Kehadiran sahabat dari Densus 88 AT Polri memberi energi baru dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Ikhsan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah serta tausiyah yang disampaikan Ustadz Dimas, S.Pd.I., MA Dalam ceramahnya, ia menyoroti meningkatnya angka kriminalitas dan penyebaran potensi paham radikal di wilayah pesisir Medan, termasuk maraknya aksi tawuran serta munculnya ajaran yang menyimpang di kalangan generasi muda.
“Ramadhan harus menjadi momentum untuk menampilkan wajah Islam yang wasathiyyah—moderat, damai, dan penuh kasih sayang. Hentikan permusuhan dan perpecahan, karena kita semua terikat oleh iman dan nilai kemanusiaan,” tegasnya di hadapan jamaah.
Sementara itu, Ipda Kunto Adi Wibowo, SH, MH dari Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme).
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa mencegah berkembangnya paham IRET yang merusak esensi Ramadhan sebagai bulan damai dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Safari Ramadhan ditutup dengan pembacaan sholawat oleh Grup Hadroh Nashfi pimpinan Ustadz Rian, S.Pd.I. Suasana semakin khidmat saat dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada BKM Masjid Baiturrahim. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ipda Kunto Adi Wibowo, yang sekaligus membuka peluang bagi remaja masjid untuk mengikuti sosialisasi pencegahan radikalisme bersama tim Densus 88 AT Polri.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap kolaborasi antara organisasi keagamaan dan aparat negara dapat terus terjalin dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat moderasi umat, serta membangun solidaritas masyarakat, khususnya di wilayah Medan Utara.