Harakatuna.com. Jakarta — Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan apresiasi atas tingginya semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Steinmeier usai agenda pertemuan resmi yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama di lingkungan Istana Kepresidenan. Dalam kesempatan itu, Steinmeier mengungkapkan bahwa dirinya akan melanjutkan agenda kunjungan ke Masjid Istiqlal dan mengulas Silaturahmi Terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.
Terowongan Silaturahmi merupakan fasilitas penghubung bawah tanah antara dua rumah ibadah yang menjadi simbol kuat toleransi, dialog, dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Infrastruktur tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Desember 2024.
Steinmeier menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo serta melihat lebih dekat praktik kehidupan keberagaman di Indonesia. “Presiden yang baik, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan bertukar pikiran yang sangat luas siang ini. Saya berharap kita dapat melanjutkan pembicaraan tersebut saat makan siang dan selama kunjungan hari ini, termasuk kunjungan sebentar lagi ke Masjid Istiqlal dan berjalan melalui Silaturahmi Terowongan menuju Gereja Katedral Jakarta,” ujar Steinmeier.
Presiden Jerman juga menilai Indonesia berhasil menjaga kehidupan beragama yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Menurut Steinmeier, pengalaman kunjungan sebelumnya membuatnya memahami bahwa toleransi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial di Indonesia.
“Saya mengetahui dari kunjungan saya sebelumnya bahwa toleransi beragama sangat didukung dan dipelihara di negara ini, dan hal tersebut menjadi salah satu nilai yang juga mempererat hubungan kedua negara. Terima kasih atas sambutan hangat bagi kami dan pertukaran pikiran yang begitu intensif,” katanya.
Steinmeier menilai nilai toleransi yang terus menjaga fondasi Indonesia menjadi penting dalam membangun persatuan nasional sekaligus memperkuat hubungan internasional yang berbasis pada penghormatan terhadap keberagaman.
Kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta juga menjadi bagian dari rangkaian agenda kenegaraan Presiden Jerman di Indonesia sekaligus menampilkan perhatian kedua negara terhadap penguatan dialog lintas budaya dan kehidupan umat yang harmonis.