Harakatuna.com. Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) berkomitmen memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama melalui pendekatan budaya yang inklusif dan harmonis.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan AFKUBI yang berlangsung di Sleman, Sabtu (30/5). Rombongan AFKUBI yang dipimpin Ketua AFKUBI, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, diterima langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah Ida Pedanda atau pemimpin rohaniawan Hindu serta tokoh Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berjumlah sekitar 40 orang.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menjaga dan memperkuat nilai-nilai toleransi, keberagaman, serta kerukunan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sleman bersama AFKUBI berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama melalui pendekatan budaya yang inklusif dan harmonis,” ujar Harda dalam keterangannya, Minggu (31/5).
Dalam pertemuan tersebut, AFKUBI menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungan terhadap pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana yang berlokasi di Padukuhan Kemiri, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem.
Menurut Harda, pembangunan candi tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memiliki makna penting sebagai simbol kerukunan umat beragama yang dibangun melalui pendekatan budaya.
“Saya mendukung pembangunan candi ini sebagai simbol kerukunan umat beragama melalui budaya serta memperkuat identitas Sleman yang toleran, inklusif, dan menghargai perbedaan. Pemerintah Kabupaten Sleman akan memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik tanpa menimbulkan persepsi masyarakat negatif,” katanya.
Sementara itu, Ketua AFKUBI Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungan yang diberikan selama proses pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana.
Ia berharap keberadaan candi tersebut dapat menjadi simbol nyata kerukunan umat beragama sekaligus mendorong pengembangan kawasan wisata berbasis spiritualitas, budaya, dan ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam proses pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana.Semoga candi ini dapat menjadi simbol kerukunan umat beragama dan toleransi di Kabupaten Sleman,” ujar Ida.
Ia menambahkan, melalui konsep integrasi antara spiritualitas, budaya, dan ekonomi, Candi Candra Geni Sri Sedana diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan AFKUBI ini diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman serta menjadikan budaya sebagai jembatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati.