Harakatuna.com. Beirut – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan serangkaian insiden ledakan drone di sekitar markas mereka di Lebanon Selatan telah membahayakan personel penjaga perdamaian dan merusak fasilitas milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (13/5/2026), UNIFIL mengungkapkan beberapa drone yang diduga terkait dengan Hizbullah meledak di sekitar markas besar mereka di wilayah Naqoura, Lebanon Selatan, yang juga berada dekat dengan posisi militer Israel.
UNIFIL menjelaskan, tiga drone meledak pada Senin (11/5/2026) antara pukul 17.00 hingga 17.30 waktu setempat, hanya beberapa meter dari markas utama pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Insiden serupa kembali terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.20 waktu setempat ketika sebuah drone meledak di area yang sama. “Beberapa menit kemudian, sebuah drone lainnya meledak di dalam markas besar dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan,” demikian pernyataan UNIFIL.
Meski tidak ada korban luka dalam rangkaian kejadian tersebut, UNIFIL mengaku semakin khawatir terhadap meningkatnya aktivitas militer di sekitar pos-pos penjaga perdamaian PBB.
Menurut UNIFIL, mereka telah menyampaikan protes resmi terkait keberadaan dan pergerakan kendaraan militer Israel di dekat markas mereka. Selain itu, organisasi tersebut juga menyoroti aktivitas kelompok bersenjata non-negara di sekitar wilayah operasi pasukan PBB.
UNIFIL menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas seluruh pihak yang terlibat konflik di Lebanon Selatan. Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring berlanjutnya bentrokan antara militer Israel dan Hizbullah di wilayah tersebut.