Harakatuna.com. Jakarta – Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan Ketua OSIS jenjang SMA dan SMK pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Jakarta Youth Leader: Inovasi Tanpa Batas, Kepemimpinan Berintegritas.”
Pelatihan berlangsung lancar dan kondusif, menghadirkan Satgaswil DKI Jakarta untuk memberikan sosialisasi serta edukasi terkait pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan gawai secara bijak di lingkungan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan Beragam dari Ketua Subkelompok Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMA, Dwi Harmelia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak, khususnya Satgaswil DKI Jakarta, atas kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada para pengurus OSIS SMA dan SMK se-DKI Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para Ketua OSIS untuk memperkuat jiwa kepemimpinan, menanamkan nilai-nilai positif, serta mendorong terbentuknya program kolaboratif antar sekolah.
Dalam sesi materi, Satgaswil DKI Jakarta memaparkan berbagai hal, antara lain pemanfaatan gawai secara bijak, regulasi pemerintah terkait penggunaan teknologi, dampak positif dan negatif gawai, serta pola rekrutmen paham IRET. Selain itu, disampaikan pula peran strategi OSIS dalam upaya pencegahan penyebaran paham tersebut di lingkungan sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, aman, dan kondusif, serta berhasil memperkuat komitmen bersama dalam membangun kepemimpinan pelajar yang berintegritas.