Harakatuna.com. Washington DC — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum masa gencatan sebelumnya berakhir, guna memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi damai.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial dan dikutip Reuters, Trump mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas permintaan Pakistan yang berpartisipasi sebagai mediator. “Saya telah menyetujui permintaan Pakistan untuk menahan serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” ujar Trump, Selasa (21/4/2026) waktu setempat.
Ia menambahkan, gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan akan terus diperpanjang hingga Iran menyerahkan proposal resmi dan proses perundingan selesai, “dengan satu atau cara lain.”
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Trump atas kesediaannya memperpanjang gencatan senjata demi diplomasi berkelanjutan. “Saya sangat berharap kedua pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat mencapai kesepakatan damai yang komprehensif pada putaran kedua pembicaraan di Islamabad,” kata Sharif melalui pernyataan di platform X.
Langkah ini menjadi perkembangan penting dalam konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa serta mengguncang stabilitas ekonomi global. Keputusan tersebut juga dinilai mencerminkan perubahan sikap Trump, yang sebelumnya kerap melontarkan ancaman terhadap infrastruktur sipil Iran.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap sasaran sipil. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran maupun Israel terkait perpanjangan gencatan senjata tersebut. Trump juga mengungkapkan bahwa salah satu pertimbangan keputusan ini adalah kondisi internal Iran yang dinilai tidak stabil. “Pemerintah Iran sangat terpecah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa blokade laut oleh Angkatan Laut AS terhadap wilayah pesisir Iran tetap diberlakukan. Kebijakan ini sebelumnya dikecam Teheran sebagai tindakan agresi yang berpotensi menghambat proses negosiasi.
Ketegangan masih terasa menjelang putaran kedua perundingan yang direncanakan berlangsung di Islamabad. Bahkan sebelumnya, kedua pihak sempat ragu mengirimkan delegasi karena situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan optimismenya yang tinggi terhadap posisi Amerika Serikat dalam perundingan. “Kami berada dalam posisi yang sangat kuat. Pada akhirnya, kami akan mendapatkan kesepakatan yang hebat,” tegasnya.
Keputusan memperpanjang gencatan senjata ini diharapkan dapat membuka jalan bagi tercapainya solusi koneksi yang lebih permanen di tengah konflik yang masih berlangsung.