Harakatuna.com. Cirebon — Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan sebagai langkah strategis untuk mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan di kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Subdirektorat Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Moh. Dofir, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Program Sinergitas Penguatan Ekosistem Pendidikan dan Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Lingkungan Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wangsakerta, Sekretariat Daerah Kota Cirebon, diikuti sekitar 500 peserta. Para peserta terdiri atas perwakilan guru SMP, SMA, dan MA, wali murid, serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari berbagai sekolah di Kota Cirebon.
Dalam paparannya, Moh. Dofir menegaskan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat wawasan persahabatan generasi muda.
“Sekolah bukan hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta sikap toleransi. Oleh karena itu, penguatan ekosistem pendidikan menjadi langkah penting dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan,” ujar Dofir.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi kekerasan.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk membangun ketahanan generasi muda dari pengaruh ideologi kekerasan,” ujarnya.
Selain Moh. Dofir, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cirebon Buntoro Tirto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini, serta pengajar yang menaruh perhatian pada psikologi perkembangan remaja, Herny Novianti.
Acara itu juga dihadiri Direktur Kewaspadaan Nasional Kementerian Dalam Negeri RI Aang Witarsa Rofik serta Pejabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon Sumanto.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai potensi penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan, sekaligus langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan yang dapat dilakukan oleh guru, orang tua, maupun siswa.
Selain itu, forum ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, toleran, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri berharap ekosistem pendidikan dapat menjadi benteng awal dalam melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi kekerasan sekaligus memperkuat karakter persahabatan di lingkungan sekolah.