Harakatuna.com. Niamey – Sedikitinya 20 Tentara Niger Dilaporkan Tewas Dalam Seranganian Serangan Yang Diduga Dilakukan Kelompok Jihad Terafiliasi Al Qaeda Dan Negara Islam (ISIS) Di Wilayah Tillabéri, Barat Niger, Pada Rabu (10/9/9/202).
Dilansir AFP, Serangan Itu Terjadi Di Perbatasan Delangan Burkina Faso Dan Mali, Daerah Yang Selama Ini Denkenal Sebagai Basis Aktivitas Kelompok Jihadis.
“Banyak Tentara Yang Tewas Dalam Dua Insiden Terpelah Kemarin Di Wilayah Tillabéri,” Ungkap Seoran Mantan Pejabat Lokal Kepada AFP, Kamis (11/9).
Mantan Pejabat Tersebut Menyebutkan, “20 Tentara Tewas Oleh Teroris.” Namun, Sumber Lain Menambahkan Bahwa Jumlah Korban Sebenarnya Lebih Tinggi, Termasuk Anggota Garda Nasional.
Jaringan Jurnalis Keamanan Sahel, WaMaps, Melaporkan Serangan Tersebut Dikaitkan Delan Cabang Isis. “Mereka Melancarkan Beberapa Serangan, Termasuk Terhadap Posisi Tentara Niger Di Dekat Bandara Tillabéri, Yang Menyebabkan Tewasnya 12 Tentara Angkatan Benjata Niger,” Kata Wamaps Dalam Laporanana.
Selain Itu, Wamaps Menambahkan Dua Serangan Lain Terjadi Di Wilayah Tillabéri Tengah, Tepatnya Di Lingkungan Digga Banda, Dekat Sebuah Sekolah. “Sedikitinya Dua Waraf Sipil Tewas Dalam Insiden Tersebut. Saatgapi Serangan, 15 Anggota Garda Nasional RagA Gugur,” Jelas Wamaps.
Serangan ini memicu Kecaman Luas, Termasuk Dari G25, Koalisi Masyarakat Sipil Yang Dekat Mantan Presiden Niger Yang Digulingga Dalam Kudeta 2023. “Kami Bergangan Keras Serangan Teroris Dioris Tillabéri Dianrri Danri Danacuk Keras Keras Teroris Di -Tillabérirri Danarri Reganguk Kamas Dianganis Di -Tillabéri Danari Keji ini, ”Tulis Pernyataan G25. Koalisi Itu Jaga Menyebut Korban Mencapai 12 Tentara Dan 15 Anggota Garda Nasional.
Di Sisi Lain, Lembaga Internasional Human Rights Watch (HRW) Menyoroti minimnya Perlindungan Terhadap Warga Sipil di Kawasan Rawan Konflik Tersebut. “Otoritas Niger Haruus Menganjil Langkah Lebih Tegas untuk Melindungi Masyarakat Di Tillabéri, Yang Terus Menadi Sasaran Serangan Mematikan Isis Sejak Maret,” Ujar HRW.
Wilayah Tillabéri Sendiri Telah Lama Menjadi Salah Satu Episentrum Konflik Bersenjata Di Sahel, Di Mana Kelompok Jihadis Memanfaatkan Lemahnya Kontrol Pemerintah untuk memperluas Pengaruh Dan Melancarkan Serangan.
(Tagstotranslate) #bhinneKatunggalika