Harakatuna.com. Kebumen – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan para ulama dan pengelola pondok pesantren di wilayah Kebumen.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan silaturahmi ke salah satu pondok pesantren dan bertemu dengan pengasuhnya, KH Wahib Mahfudz, baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada para ulama atas dukungan mereka dalam menjaga keamanan dan menjaga keamanan selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idulfitri di Kabupaten Kebumen.
“Kami sangat menghargai dukungan para ulama dalam menjaga suasana selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idulfitri. Kerja sama ini sangat penting untuk menciptakan ketenteraman dan keamanan di Kebumen,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara aparat keamanan dengan tokoh agama perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian masyarakat (kamtibmas). “Komunikasi dan sinergi dengan para ulama harus terus dijaga agar situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya pada Selasa, 1 April.
Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan seluruh elemen masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk penyebaran paham radikal. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama yang moderat dan berlandaskan nilai moral.
“Pondok pesantren memiliki posisi yang sangat penting dalam mendidik generasi muda tentang nilai-nilai keagamaan dan moral. Oleh karena itu, kami berharap kalangan pesantren dan tokoh agama dapat bersama-sama menjaga keamanan serta meningkatkan toleransi antarumat,” jelasnya.
Kapolres juga menekankan bahwa keberagaman yang ada di tengah masyarakat harus menjadi kekuatan bersama, bukan justru memicu perpecahan. “Dengan sinergi antara aparat keamanan, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren, kondusivitas wilayah dapat terus terjaga,” tambahnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Polres Kebumen dalam mempererat hubungan dengan tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan situasi kamtibmas tetap stabil sekaligus memperkuat sikap saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk.
Secara global, isu radikalisme masih menjadi tantangan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui kerja sama antara institusi keamanan dan lembaga keagamaan yang dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Keberhasilan menjaga keamanan, menurut Kapolres, tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan dukungan dari para ulama dan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, diharapkan berbagai paham negatif dapat dicegah sejak dini sehingga stabilitas sosial di Kabupaten Kebumen tetap terjaga.